Saturday, December 1, 2007

horeeeee giro BCA

pada tgl 29 november 2007 saya berencana menyetorkan uang di BCA kertawijaya jl.maluku Denpasar.

saya ditemani oleh paman, mertua dan seorang teman paman, sesampai di BANK saya mengisi form setor setelah selesai mengisi form, saya langsung menuju ke kasir

saya : pak saya mau setor uang 250 juta dan langsung saya tarik lagi dengan cek.

kasir: bawa uangnya pak?

saya: bawa pak( langsung saya tunjukkan uangnya)

kasir: gak usah di hitung pak (langsung permisi bertanya ke atasannya)

kasir: pak kalau uang diatas 100 juta tidak bisa cepat kalau disini' kalaupun bisa
agak lama karena kita harus fax ke cabang kuta

saya : lama gak pak dijawab faxnya ?

kasir: kita tunggu jawaban saj, biar lebih cepat bapak ke kantor cabang kuta saja

saya: cek saya inikan pak peserta kliring antar wilayah

kasir: memang begitu aturannya.

sebenarnya saya tidak keberatan ke kuta tapi karena bawa uang banyak agak was-was karena banyaknya perampokan nasabah BANK. setelah bertanya pada paman saya, bahwa dia masih punya waktu karena di harus kekantor lagi maka kami meluncur ke kantor cabang pembantu jl. raya kuta dekat central parkir.

sesampai di kantor cabang pembantu kuta seperti di denpasar saya langsung menuju kasir karena saya sudah punya slip setoran yang dari denpasar, di kasir saya ditegor sama petugas kasir.

kasir wanita: pak! lain kali ngantrinya dari sana (maaf saya terus terang tidak menyadari bahwa tali sik-sak yang ada disebelah kanan saya adalah untuk antrian karena waktu itu tidak ada orang yang antri cuma ada satu orang didepan saya berhadapan dengan kasir tsb.)

saya: oya maaf mbak , apakah saya balik lagi ngantri?
kasir: gak usah

tidak berselang beberapa menit transaksi saya sudah beres dan siap-siap untuk pulang.

tidak diduga dan tidak saya sangka saya dipanggil lagi sama mbak kasir, pak ! ceknya belum terdaftar tolong bukti setornya (dia minta lagi )

sekarang kasusnya diambil alih oleh seorang Bapak yang duduk dibelakang.
kemungkinan besar bapak tersebut pejabat Bank disitu.

pejabat bank : Pak Ari ( begitu beliau memanggil saya) sudah berapa lama ceknya diterima dan tidak dipakai dan ceknya baru ya?

saya: memang ceknya baru dipakai pak tapi sudah lama saya terima tidak dipakai kira-kira 2 tahunan ( terus bapak tersebut berusaha untuk menyelesaikan masalah saya sekali-kali saya melihat menelpon (mungkin nelpon ke cabang utama kuta).

pejabat bank : begini aja pak ! bapak pulang aja dulu besok datang lagi dan bawa lagi uangnya biar gak lama menunggu akan ditelusuri dulu tanda terimah cek yang bapak terimah.

saya : terus kapan saya bisa memakai cek saya ini pak?

pejabat bank : dulu yang terima ceknya siapa pak?

saya : adik saya pak ( dan bapak tersebut saya lihat mendekatkan cek saya ke lampu ultra violet)

dan terus saya disuruh duduk di kursi cso sembari menunggu bapak tersebut melakukan pekerjaannya dan saya diberi solusi untuk membuat surat pernyataan tanda terima cek bermeterai dan selesailah masalah saya dan saya juga mendapatkan bukti setor tanpa datang lagi besok hari.

dan terimakasih kepada petugas bank di capem raya kuta beserta seorang ibu yang juga petugas disana yang turut repot mengurus masalah saya.

tapi yang menjadi pertanyaan saya adalah :
1. bagaimana bisa cek yang sudah diserahkan kepada nasabah sampai bisa tidak terdaftar? seandainya cek tersebut saya berikan kepada rekan bisnis saya apa jadinya kalau cek itu gak bisa dicairkan? ( coba fikirkan akibatnya )

2. apakah memang kalau mencairkan cek diatas 100 juta akan lama jika dicairkan diluar kantor Bank yang dulu kita buka rekening?

3.dan apakah tidak sebaiknya transaksi tersebut dilakukan tidak harus di cabang kuta untuk menjaga keselamatan nasabah karena harus membawa-bawa uang dengan jumlah besar?

Demikian semoga berguna dan saya tidak menulis nama petugas Bank disini karena memang saya tidak pernah menanyakan nama mereka karena bukan nama itu yang saya perlukan.

Tulisan ini hanya untuk mengisi blog saya dan tidak ada maksud tertentu tapi kalau mau ditanggapi silahkan.